PADANG NAN JAUH DIMATO

 


Padang adalah ibu kota provinsi Sumatera Barat. Sumatera Barat terletak di pesisir barat bagian tengah pulau Sumatera yang terdiri dari dataran rendah di pantai barat dan dataran tinggi vulkanik yang dibentuk oleh Bukit Barisan.
 
Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya dengan sumber keanekaragaman hayati. Sebagian besar wilayahnya masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi. Sumatera Barat memiliki hampir semua jenis objek wisata alam seperti laut, pantai, danau, gunung, dan ngarai. Saat berkunjung ke negeri ini, berikut tempat-tempat yang wajib Anda sambangi. 
 
Air Terjun Lembah Anai 
Terletak di tepi Jalan Raya Padang-Bukittinggi, air terjun ini sebenarnya terletak di kawasan cagar alam Lembah Anai. Di sekitar air terjun terdapat monyet yang berkeliaran. Air terjun dengan ketinggian kurang lebih 60 meter ini punya pemandangan luar biasa.
 
 
Pandai Sikek
Suatu daerah yang berda di dekat Batusangkar, Tanah Datar. Area ini dikenal sebagai desa pengerajin tenun.  Motif-motif kain tenun di nagari ini selalu diambil dari contoh kain-kain tua yang masih tersimpan dengan baik dan sering dipakai sebagai pakaian pada upacara-upacara adat dan untuk fungsi lain dalam lingkup upacara adat. 
 
 
Kelok Sembilan 
Ruas jalan yang menghubungkan kota Pekanbaru dengan Sumatera Barat adalah peninggalan bangsa Belanda. Ruas jalan ini dianggap berbahaya oleh para supir angkutan antar kota yang melewati rute ini. Kelok sembilan berada sekitar 1000 meter di atas permukaan laut, tak heran jika di area ini udaranya cukup segar, cenderung dingin. Sepanjang jalan ini Anda akan melihat dinding batu granit.  Kini, pemerintah membangun flyover Kelok 9, panjang keseluruhan jembatan dan jalan yang dibangun adalah 2.537 meter, terdiri dari enam jembatan dengan panjang 959 meter dan jalan penghubung sepanjang 1.537 meter. Meski demikian, jalan lama Kelok Sembilan tetap dibuka dan digunakan, dan kebanyakan menjadi objek wisata. 
 
 
 Jam Gadang 
Berada di kota Bukit Tinggi, jam Gadang menjadi icon dari kota ini. Jam ini adalah hadiah Ratu Belanda kepada Rook Maker (Controleur Fort de Kock – kini Bukit Tinggi) pada tahun 1926. Terdapat 4 jam dengan diameter masing-masing 80 cm pada Jam Gadang. Jam tersebut didatangkan langsung dari Rotterdam, Belanda melalui pelabuhan Teluk Bayur dan digerakkan secara mekanik oleh mesin yang hanya dibuat 2 unit di dunia, yaitu Jam Gadang itu sendiri dan Big Ben di London, Inggris. Arsitektur menara jam ini dirancang oleh Yazid Rajo Mangkuto. Sejak didirikan, menara jam ini telah mengalami tiga kali perubahan pada bentuk atapnya. Awal didirikan pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, atap pada Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur di atasnya. Kemudian pada masa pendudukan Jepang diubah menjadi bentuk pagoda. Terakhir setelah Indonesia merdeka, atap pada Jam Gadang diubah menjadi bentuk gonjong atau atap pada rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang. Hebatnya lagi, Jam Gadang dibangun tanpa menggunakan besi peyangga dan adukan semen. Campurannya hanya kapur, putih telur, dan pasir putih. 
 
 
Ngarai Sianok 
Lembah curam ngarai ini mempunyai kedalaman 100 m dan memunyai panjang kurang lebih 15 km dengan lebar 200 m. Ngarai Sianok merupakan pemisah pulau Sumatera menjadi 2 bagian yang memanjang atau disebut Patahan Semangko. Sepanjang patahan yang dindingnya sangat curam serta tegak lurus ini membentuk lembah hijau yang merupakan hasil sinklinal (gerakan turunnya kulit bumi). Tidak hanya pemandangan tebing curam saja, Batang Sianok (batang dalam bahasa Minangkabau berarti sungai) yang mengalir di Ngarai Sianok pun menambah keindahan lokasi wisata di Sumatera Barat. Airnya yang cukup jernih ini bermuara di Samudera Hindia. Terkadang aliran Sungai Sianok sering digunakan untuk beraktivitas olah raga air seperti, arung jeram, kayak, dan kano. Jika Anda beruntung, Anda akan bertemu dengan satwa liar yaitu siamang, monyet ekor panjang, rusa, macan tutul, babi hutan, dan mungkin juga tapir Asia.
Gunung Singgalang
Berada di ketinggian 2.877 meter, Gunung ini sudah tidak aktif lagi dan mempunyai telaga di puncaknya yang merupakan bekas kawah, Telaga ini dinamai Telaga Dewi. Gunung Singgalang mempunyai kawasan hutan gunung yang sangat lembab serta memiliki kandungan air yang banyak.